HADITS

Selasa, 24 April 2012

HUKUM MERAYAKAN ULANG TAHUN MENURUT ISLAM



Merayakan ULTAH
Kado,lilin,kue,do’a sebelum meniup
lilin,nyanyian “Happy birthday”dan
ucapan met
ultah, seringkali muncil disaat kita
sedang berulang tahun atau pada tanggal dan
bulan kita
lahir, Merayakan ulang tahun sepertinya
sudah
menjadi tradisi orang yang mencakup
hampir seluruh dunia termasuk diantaranya
umat ISLAM
tapi adakah contoh dan dalil yang
menyebutkan
tentang merayakan ulang tahun? Dan
dari manakah asal mu asal dari perayaan
ulang tahun
tersebut karena hal ini sepertinya sudah
menjadi
hal yang wajar,padahal ultah
sebenarnya bukan dan tidak wajar dalam ISLAM.
Beriktut adalah artikel yang menjelaskan
tentang masalah perayaan ultah yang
dikutip dari
majalah Ar-Risalah
Tidak jelas dari mana asalnya tapi konon katanya
tradisi ualgn tahun berasal dari kaum
pagan di
zaman yunani kuno,konon mereka
dahulu
mempersembahkan kue mereka ke Artemis,
yang diyakini sebagai Dewi Bulan.oleh
sebab itu
kue dibuat bundar seperti penampakan
Bulan
Purnama,sedangkan lilin yang berada diatasnya
bertujuan agar kue tersebut bersinar
seperti bulan
ada pula yang menyebutkan sebagai
bintang
yang bersinar mengelili bulan ada pula tafsiran
bahwa lilin tersebut adalah symbol
terangnya
kehidupan,konon katanya asap dari lilin
akan
membawa pengharapan mereka ke surga,. Cara
meniup semua lilin dalam satu napas
yang jika
bisa padam semua, konon akan
menjadi
pertanda keinginan akan terkabul, dan orang
tersebut diyakini akan memperoleh
nasib yang
baik ditahun mendatang. Ada juga mitos
bahwa
memakan cake roti yang dibentuk kata- kat yang
diatas kue ultah, maka akan menjadi
kenyataan.
Maka biasanya ada tulisan “Happy
Birthday”
diatas kue yang akan menjadi rebutan karena
diyakini akan membawa
keberuntungan. Sejarah
asal-usul maupun penafsiran diatas bisa
saja
salah . tapi tidak mungkin ritual yang dilakukan
secara turun temurun itu hanya sekedar
kebetulan atau iseng semata, tanpa
adanya
pesan-pesan symbolic.
Yang pasti, asal usulnya bukan dari ISLAM
,ritualnya bukan cirri khas Islam, bahkan
hampir
bisa dipastikan itu ritual dari tradisi
musyrikin
penyembah berhala,jikalah ada yang memodifykasi ulangtahunya dengan
menyisipkan
pesan islami atau symbol islami seperti
diawali
dengan dzikir,sebelum meniup lilin
berdo’a, atau tambahan kata-kata Arab, maka tidak
lantas
merubah statusnya menjadi tradisi yang
islami,
karena islam telah memiliki cara
tersendiri dalam berdo’a maupu dalam beribadah.
Mengikuti cara
dan tradisi yang menjadi cirri khas suatu
kaum
diingatkan oleh Nabi,
Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu
kaum maka dia tergolong dari mereka.
(HR.
Ahmad dan Abu Dawud)
Maka menyerupai cirri khas penyembah
berhala akan digolongkan kedalam golongan
penyembah berhala, wal ‘iyadzu billah
(Abu Umar
Abdillah,)
So masikah kalian ingin merayakan hari
ultah mu???

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar